Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polres Langsa Melayat Dan Bantu Keluarga Korban Pemerkosaan Dan Pembunuhan

Senin, 12 Oktober 2020 | Oktober 12, 2020 WIB Last Updated 2020-10-12T05:48:47Z


Tribratanewslangsa.com - Kapolres Langsa AKBP, Giyarto, SH. SIK melalui Kabag Ops, AKP Dheny Firmandika, SAb. SIK mengunjungi dan melayat sembari memberikan bantuan ke keluarga korban pemerkosaan/pembunuhan di Desa Alue Gadeng Kec. Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur, Minggu (11/10) malam.

Kehadiran aparat kepolisian dari Polres Langsa ini, selain melayat juga memberikan bantuan sembako dan uang tunai sebagai empati atas musibah yang terjadi untuk menyampaikan rasa turut berduka cita dan berdoa agar almarhum Rangga, 9 yang menjadi korban pembunuhan demi menyelamatkan ibunya semoga husnul khatimah.


“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya dan ditempatkan Allah SWT di tempat yang terbaik. Semoga ayahanda dan seluruh keluarga almarhum diberikan kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT,” sebut Kabag Ops, AKP Dheny Firmandika, SAb. SIK.


Lanjutnya, musibah yang terjadi kepada keluarga korban tentunya menyisahkan luka yang mendalam, terlebih lagi kepergian anak sulung korban, Rangga, 9 yang ikut dibunuh saat kejadian.


“Yang sabar ya,” kata Kabag Ops Polres Langsa usai memberikan bantuan kepada anak-anak korban sembari memberikan dukungan moril kepada mereka.


Kehadiran kami, sambung Kabag Ops untuk memberikan santunan sebagai bentuk simpati kami atas kejadian ini. “Kami berharap bantuan ini bisa sedikit membantu keluarga,” ungkapnya.


Berita sebelumnya, pemuda pengangguran berinisi Sam, 36, warga Desa Alue Gadeng Kec. Birem Bayeun Kab. Atim yang melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Bunga, bukan nama sebenarnya, 28, IRT dan pembunuhan terhadap anaknya Rangga, 9, diringkus aparat kepolisian dan TNI ditempat persembunyiannya, Minggu (11/10).


Di mana pelaku yang masuk ke rumah korban Bunga saat suaminya sedang pergi ke laut dan langsung memperkosa Bunga. Namun saat hendak memperkosa, Bunga berteriak minta tolong, karena rumah warga yang jauh dari pemukiman di dalam kebun sawit sehingga tidak ada warga yang mendengar teriakan tersebut.

Namun saat korban berusaha melawan tersangka, anak korban R, 9, terbangun dan berteriak melihat pelaku berusaha melawan, namun pelaku membacok anak korban berulang kali kemudian memasukannya ke dalam goni dan hingga saat ini jenazahnya belum juga ditemukan.


Selanjutnya pelaku membawa korban dan anak korban jauh ke dalam kebun sawit di pinggir sungai korban dengan posisi kaki dan tangan diikat. Kemudian korban diperkosa kembali oleh pelaku.


Namun saat pelaku turun ke sungai korban berhasil melarikan diri meminta bantuan ke warga, namun karena tidak sanggup menggendong anaknya yang sudah di dalam goni dan meninggalkannya di lokasi kejadian. Sedangkan korban mengalami luka sayat di telapak tangan kanan dengan luka 6 jahitan.


Selanjutnya, tersangka Sam ditemukan bersembunyi di semak-semak belakang rumah warga di bawah pohon besar dalam keadaan memegang senjata tajam samurai. Pelaku tidak berkutik saat gabungan anggota TNI, Polri dan masyarakat menangkap warga, Minggu (11/10) pagi.


Sementara anak korban, Rangga ditemukan seorang nelayan yang saat melintas melihat mayat korban terangkat ke permukaan karena ombak perahu nelayan. Selanjutnya mengangkat korban dan membawa ke pinggir sungai di bantu oleh Tim SAR, TNI, Polri dan masyarakat dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka di bagian leher, dagu dan jari kelingking sebwlah kana putus akibat benda tajam.


penulis : Hendra

Editor   : Sugiono

Publish : Agus

×
Berita Terbaru Update