Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polres Langsa Berhasil Amankan Pelaku Pemerkosaan Dan Pembunuhan

Rabu, 14 Oktober 2020 | Oktober 14, 2020 WIB Last Updated 2020-10-14T01:48:06Z


Tribratanewslangsa.com - Langsa, Ini Cerita Pembunuhan Sadis dan Pemerkosaan di Aceh Timur


Chapnews.id, Langsa - Pembunuhan sadis terhadap anak dibawah umur R (9) dan pemerkosaan dengan kekerasan terhadap ibu rumah tangga DN (28) yang diduga dilakukan S (41) di Gampong Alue Gadeng Kecamatan Birem Bayeun, Sabtu (10/10/2020).


"Peristiwa ini terjadi, pelaku S masuk kerumah korban melaui pintu depan dengan mencongkel kunci kayu dengan parang", kata Kapolres Langsa AKBP Giyarto SH SIK, melaui Kasat Reskrim Iptu Arief S Wibowo SIK, saat pers rilis di Mapolres setempat, Selasa (13/10/2020).


Saat pintu terbuka, pelaku melihat korban tidur dengan anaknya dan mendatangi korban sambil meraba-raba D yang sedang tidur. Sehingga korban D terjaga dan melihat pelaku S sudah berada disampingnya dengan memegang parang tanpa pakaian.


Sontak D, membangunkan anaknya R, agar anaknya dapat lari. Saat R bangun melihat pelaku berteriak, dan pelaku langsung membacok anak tersebut kepundak sebelah kanan. Kemudian mendorong korban serta kembali menebas di bagian leher.


Tak sampai disitu saja, pelaku kembali menusuk anak tak berdosa itu dipundak kiri dan dadanya sebanyak satu kali. Pelaku S menyeret anak tersebut keluar rumah dan mencoba memperkosa ibu korban. Saat D menolak, pelaku mencekik leher dan membenturkan kepalanya kerabat beton yang berjarak 50 meter tak jauh dari rumahnya.


Korban D sempat pingsan, saat sadar korban dibawa pelaku ke perkebunan sawit yang berjarak 10 meter dari jalan. Korban tidak menggunakan celana hanya pakai baju tidur, hingga pelaku kembali melakukan aksi bejatnya dengan memperkosa korban untuk kedua kalinya.


"Pelaku mengatakan kepada korban 'kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja', korban menjawab 'jangan, biar bapaknya aja yang kubur', sambil mengikat tangan D dengan menggunakan kain)', terang kasat.


Selanjutnya, pelaku kembali ke rumah dan membawa karung yang berisikan korban R kearah sungai, dan pelaku S kembali berjalan kearah rumah mengambil karung kedua yang bergerak-gerak. Setelah itu meletakan karung sekira 3-5 meter dari korban D.


Kemudian, pelaku mengorek-ngorek tanah dan mengambil karung yang bergerak-gerak berjalan kearah sungai selama kurang lebih 30 menit. Melihat kesempatan tersebut, korban berusaha melepaskan ikatan yang ada ditangannya, tepatnya saat azan subuh berkumandang.


Korban D berhasil melepaskan ikatan yang ada ditangannya langsung berlari menuju ke rumah warga untuk meminta pertolongan. Saat itu korban berhasil ditolong oleh warga setempat.


"Tersangka berhasil ditangkap polisi, Minggu (11/10/2020) pagi, yang bersembunyi di kebun warga. Sementara jenazah R ditemukan pada hari yang sama sore hari sekira pukul 15.00 wib di dalam sungai tak jauh dari rumahnya", ujarnya.


Adapun barang bukti yang berhasil diamankan yakni, senjata tajam berupa parang, celana dalam milik pelaku, celana training milik pelaku, baju kaos merah bercak darah milik pelaku, bra milik korban D, kain hitam milik korban D, kaos merah milik korban R dan celana pendek milik D.


"Atas perbuatan pelaku dijelarat  Pasal dalam kasus ini yaitu Pasal 338 Jo 340 Jo 285 Jo 351 Ayat (2) KUHPidana dan atau Pasal 80 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak, ancaman hukuman Pasal 338 Jo 340 Jo 285 Jo 351 Ayat (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20  (Dua Puluh) tahun penjara dan atau Pasal 80 Undang-undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman Maksimal 10 (Sepuluh) Tahun", imbuhnya.


Penulis : Hendra

Editor    : Sugiono

Publish : Agus

×
Berita Terbaru Update